Serangan Hama Ulat Grayak Terhadap Padi Milik Masyarakat Desa Binuang Krayan Tengah 07/09/26
Serangan hama ulat grayak kembali menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan lokal di wilayah Krayan Tengah. Hama ini menyerang tanaman padi warga secara masif, hingga menyisakan sisa-sisa batang tanaman yang rusak dan gundul di area persawahan.
Dampak Kerusakan di Lahan Pertanian
Ulat grayak dikenal sebagai salah satu hama perusak paling agresif pada tanaman padi. Dalam kurun waktu singkat, kawanan ulat ini mampu memakan daun hingga pucuk batang muda. Akibatnya, tanaman padi tidak dapat tumbuh optimal dan berisiko gagal panen. Kerusakan lahan persawahan di Krayan Tengah tampak memprihatinkan karena bagian hijau tanaman habis dilahap hama.
Upaya Pengendalian dan Penanganan
Para petani dan warga setempat berupaya melakukan penanganan cepat guna memutus rantai penyebaran ulat grayak. Salah satu langkah pengendalian kimiawi yang disarankan oleh warga di lapangan adalah dengan penyemprotan insektisida, seperti merek Decis, untuk menekan populasi hama ulat secara efektif.
Langkah Penanganan Terpadu yang Disarankan
Pengeringan dan Penggenangan Berkala: Mengatur tata kelola air di sawah untuk mengganggu siklus hidup pupa ulat grayak.
Penyemprotan Insektisida Tepat Dozis: Menggunakan insektisida kontak/lambung (seperti Decis) pada pagi atau sore hari saat ulat aktif bergerak.
Pembersihan Gulma: Membersihkan tanaman liar di sekitar galengan sawah yang kerap menjadi tempat persembunyian hama.
Dukungan dan pendampingan dari dinas pertanian daerah sangat diharapkan agar para petani di Krayan Tengah mendapatkan obat-obatan serta panduan teknis yang memadai untuk menyelamatkan hasil panen mereka.
Baca juga:
Serangan Hama Ulat Grayak Terhadap Padi Milik Masyarakat Desa Binuang Krayan Tengah 07/09/26
Serangan Hama Ulat Grayak Terhadap Padi Milik Masyarakat Desa Binuang Krayan Tengah 07/09/26